SANG PEMBUKA HATI

Sabtu, 07 Mei 2011

Tata Krama (Adab) Berpakaian dan Berhias Islami ...............



Dalam tata cara berpakaian, kita sebagai muslim/muslimah ada aturanx lohhh...^_^ gag asal pake baju atw busana...terlebih bagi cewek...nah, gimana sih adab berpakaian plus berhias yang pas bagi cowok dan cewek bernuansa islami tapi gag terkesan out of date...^_^

A. Buat Cowok

Hhhmmm...untuk penjelasan awal, aq ambil cowok dulu ya...coz cowok tuh simple aja aturanx...gag ribet and gag super panjang...xixixixi...jadi buat cewek2, ntar ya,,,jangan ngiri...hehehehe...So, buat cowok, nih ada beberapa tips sesuai hadistx masing2:

1. Berpakaian rapi, sopan dan benar menurut syariat islam (Hadist Abu Daud Kitab Al-Libas --> Pakaian bawah tidak di bawah mata kaki)
2. Tidak boleh memakai kain sutra (Hadist Tirmidzi Kitab Al-Libas)
3. Tidak memakai celana yang dilubangi/disobek-sobek, ketat dan ditempeli stiker
4. Tidak boleh berpakaian menyerupai wanita (Hadist Bukhori Kitab Al-Libas)
5. Tidak boleh memakai perhiasan emas (Hadist Tirmidzi Kitab Al-Libas)
6. Tidak mewarnai rambut dengan warna hitam

7. Tidak mewarnai rambut dengan warna yang tidak pantas
8. Memotong rambut dengan rapi (Hadist Abu Daud Kitab At-Tarojjil)
9. Merapihkan kumis (Hadist Bukhori Kitab Al-Libas dan Hadist Muslim Kitab At-Thoharoh)
10. Disunahkan memakai minyak wangi (Hadist Abu Daud Kitab At-Tarojjil)

B. Buat Cewek
Trus untuk para wanita sholehah, aturanx insya Alloh tidak memberatkan ya...^_^

1. Berpakaian rapi, sopan dan benar menurut syariat Islam (QS. An-Nur<31>, QS.Al-Ahzab <59>, Hadist Muslim Kitab Al-Libas, Hadist Abu Daud Kitab Libas --> Berkerudung hingga menutupi leher dan dada, Pakaian atas berlengan panjang sampai menutup pergelangan tangan dan pakaian bawahnya menutup mata kaki)
2. Tidak boleh berpakaian menyerupai laki-laki (Hadist Bukhori Kitab Al-Libas)
3. Tidak boleh memakai dan atau memasangkan rambut palsu
7. Tidak berdandan atau bersolek secara berlebihan
8. Tidak boleh memakai wangi-wangian yang semerbak baunya (Hadist Abu Daud Kitab Al-Libas)

Nah, itulah aturan-aturanx...Insya Alloh gag memberatkan dan bisa diamalkan ya...^_^ Marilah sama2 kita berlomba2 mencari amalan...dari berhias ini saja, kita udah beramal..apalagi yang lain...Hal kecil yang bermanfaat kan...;)

Jumat, 06 Mei 2011

MeMAndAng CinTA Dari CerMin HAti


Bismillahir-Rahmanir-Rahim:

Ketika hati mendapatkan kedamaian dengan yang dicintai,

Mana mungkin ia menghendaki lainnya?

Sekali bunga teratai dibelai kehangatan matahari,

Akankah ia menginginkan rembulan?

Ketika jiwa dahaga akan seteguk air jernih, tak ada gunanya gula.


Tempat Cinta adalah hati, dan hati adalah emas murni.

Keagungan ilahiah menggosoknya dengan menatapnya,

Menjadikan terang dan murni.

Jejak-jejak cahaya keindahan Cinta tiada terperi muncul dalam cermin

keshalehan hati.

Cinta manusiawi hidup melalui Cinta Ilahi ...

Ketika engkau mencintai wanita , genggamlah hatinya karena ia adalah "kunci emas" kasih sayang Ilahi yang dapat menahan derasnya hujan-badai, panas -teriknya mentari, dan silau emas -permata.

Ketika engkau membelai rambutnya yang berkilau, berbahagialah sebab cinta telah menyegarkan dirimu dengan keharuman surga.

Ketika engkau menggenggam tangannya dengan genggaman kasihmu , maka rasakanlah kelembutan jemari-jemari Ilahi yang telah memayungi hatimu dari keresahan dengan senandung kedamaian.

Ketika engkau mendengar suaranya yang teduh menenteramkan bathinmu , berbahagialah sebab cinta sedang memandang dari kedalam jiwa, bersenandung bersama kicau burung dan kecantikan putik-putik bunga.

Ketika engkau melihatnya tersenyum , maka berbahagialah karena cinta telah membasuh luka hati dengan senandung air mata kebahagiaan dan tangis rindu.

Ketika engkau melihat sepasang matanya yang indah , berbahagialah karena engkau telah menterjemahkan segala rahasia hati yang bersemayam didalam bathinnya.

Ketika engkau mendengar dirinya bersenandung ,ikutlah bernyanyi bersamanya, karena tidak ada ungkapan yang kasih yang lebih indah-dari ungkapan; yang keluar dari sepasang insan yang sedang dilanda badai asmara.

Ketika engkau melihat cinta dengan hasrat kasih Ilahi , maka berbahagialah karena kidung semesta telah merestui dan memberkati ladang-ladang Ilahi dari hujan yang turun dari kesucian langit

Karena apalah artinya cinta -selain kesejatiannya , cinta telah bahagia dengan mahkota keabadiannya , cinta tidak memerlukan apapun selain darinya , karena cinta telah cukup untuk cinta -ia takkan pernah pudar , selamanya berpijar, serta bersemayam dikedalaman jiwa -setiap insan yang terberkati oleh-Nya.

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..

Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih.

Allah SWT sudah menghitung air matamu.

Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja.

Allah SWT sedang menunggu bersamamu.

Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi..

Allah SWT sudah punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan.

Allah SWT dapat menenangkanmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menyapamu

Allah SWT selalu berada disampingmu.

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang..

Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang

lebih besar dari segalanya dan Dia telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.

Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas.

Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu dan Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu.

Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan.
Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak- jejak harapan.
Allah SWT sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur. Allah SWT telah memberkahimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.

Allah SWT telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi.

Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap. Allah SWT Maha Mengetahui…

AkU MenCinTaiMu KAreNa PrIbAdiMu

 
Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.

Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kenistaan bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.
Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.


Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini :


Karena akidahnya yang Shahih.
Keluarga adalah salah satu benteng akidah. keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.
Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)


Karena paham agama dan mengamalkannya. 
Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)
Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).
Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.
Dari keturunan yang baik. Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)
Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. “Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).
“Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)
Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”
Masih gadis. Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.
Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh (Ibnu Majah dan Baihaqi.)
Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”
Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.
Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”


Sehat jasmani dan penyayang. 
Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).
Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)


Berakhlak mulia. 
Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”


Lemah-lembut. 
Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”


Menyejukkan pandangan. 
Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)
“Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.
Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. “Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”


Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban. 
Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”
Kata Rasulullah, “Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)
Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)


Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa. 
Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”


Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya. 
Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, “Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?” “Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. “Tapi ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”
Pandai bersyukur kepada suami. Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).


Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat. 
Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.
Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”
Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”
Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.



Semoga bermanfaat....

Bidadari Surga

Semoga ukhti termasuk wanita yang membuat cemburu bidadari surgawi karena kemuliaan ukhti melebihi mereka. Amien ya Maulaya.

Bidadari merupakan makhluq ghaib yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan nan selalu dipuji manusia. Seluruh kecantikan, keindahan, kelembutan dan kemuliaan wanita selalu diandaikan dengan bidadari, walau tiada pernah mata melihatnya. Mendapat nikmat berupa bidadari di surga Allah, merupakan rangsangan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada seluruh hamba-Nya. Bukan hanya masalah seks sehingga keindahan, kecantikan, kelembutan dan kemuliaan bidadari menjadi perangsang hamba agar bertaqwa, namun tabi’at akal dan nafsu manusia membutuhkan tamsil nikmat yang begitu dekat dengannya, maka bidadari dan seluruh nikmat dunia dijadikan permisalan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: ’Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu.’ Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), di sisi Rabb mereka ada surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya”. (QS. Ali Imran: 14-15).

Dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali gambarkan tentang kenikmatan surgawi yang akan direguk hamba-hamba-Nya yang baik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman. (Yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera halus dan sutera tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah, dan Kami jodohkan mereka kepada bidadari bermata jeli”. (QS. Ad-Dukhan: 51-54).

Sungguh sulit membayangkan wanita dunia bisa menandingi keindahan, kecantikan dan kemuliaan bidadari surgawi. Namun tunggu dulu ukhti sayang, jangan terlalu cemburu! toh, karena ternyata kita jauh lebih mulia daripada mereka. Dialog antara Ummul Mukminin Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha dibawah ini menjadi bukti betapa kita, ternyata lebih mulia daripada bidadari bermata jeli, namun tentu semua ada syarat dan kategorinya.

Ummul Mukminin Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata, “Ya Rasulallah, jelaskan padaku firman Allah tentang ‘Bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab,”Bidadari yang kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.”

Ummu Salamah berkata,”Jelaskanlah padaku, ya Rasulallah, tentang firmanNya,’ Laksana mutiara yang tersimpan baik”. (QS. Al-Waqi’ah: 23).

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman laut, tak pernah tersentuh tangan manusia.”

Ummu Salamah bertanya lagi, “Ya Rasulallah, jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah, ’Di dalam surga itu ada bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik”. (QS. Ar-Rahman : 70)

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita.”

Ummu Salamah bertanya, “Jelaskanlah padaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik”. (QS. Ash-Shaffat : 49).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya (yang biasa disebut putih telur).”

Ummu Salamah kembali bertanya, “Ya Rasulallah, jelaskan padaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (QS. Al-Waqi’ah : 37)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai gadis-gadis muda, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”

Ummu Salamah bertanya, “Ya Rasulallah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab,”Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”

Ummu Salamah bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari, ya Rasulullah?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka. Tubuh mereka bak sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas.

Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tak pernah bersungut-bersungut. Bahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya’…”

Ummu Salamah bertanya kembali, “Ya Rasulullah, salah seorang diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga. Siapakan diantara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaqnya. Lalu dia berkata: ‘Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia maka nikahkanlah aku dengannya’…Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.” (HR Ath-Thabrani).

Amboy, indahnya penggambaran Islam terhadap kaum wanitanya yang bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Masihkah kita enggan untuk taqwa? Taqwa dalam makna ta’at terhadap seluruh perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, takut bermaksi’at ketika melanggar larangan-Nya. Ridha terhadap apapun keputusan Allah untuk kita. Mengharap cinta, rahmat dan kasih sayang Allah Azza Wa Jalla.

Kamis, 28 April 2011

Mengapa Orang Pintar Bisa Gagal

Alangkah besar apa yang bisa diajarkan oleh kegagalan hidup tentang diri kita ! Mereka yang memetik pelajaran dari kesalahannya, bisa kembali dengan keadaan yang lebih kuat daripada sebelumnya.
Kita mungkin pernah gagal dalam karier Kita. Satu – satunya cara untuk menghindari kegagalan adalah tidak pernah berusaha mengejar sukses; tetap tinggal di tempat Kita sekarang.
Sebenarnya Kita bisa memetik pelajaran dari kegagalan, memikirkan apa yang tidak beres dan memperbaikinya.
Kita mempunyai kekuatan untuk berubah. Bahkan seorang yang sukses seperti SAMUEL BECKETT, penulis lakon sandiwara paling terkemuka di abad kedua puluh ini, pernah menulis bahwa dia merasa tidak asing lagi dengan kegagalan, “Setelah bernafas dalam – dalam dengan udaranya yang menggairahkan hidup”
Penelitian cermat terhadap kekalahan sangat penting.
Kita harus menghadapi kegagalan untuk menghindari kemungkinan mengulanginya. Berdasarkan wawancara dengan hampir 200 orang yang telah berhasil mengatasi kegagalan karier yang besar, berikut ada enam alasan paling umum untuk kegagalan.
Siapa pun Kita, mungkin Kita menemukan diri Kita dalam daftar ini.
1. KURANGNYA KETRAMPILAN SOSIAL.
Kebanyakan orang yang kurang memiliki ketrampilan sosial beralasan bahwa “politik kantor”– lah penyebab kegagalan mereka. Namun, politik kantor tidak lebih dari interaksi normal antara para karyawan.
Bila Kita mendapat kesulitan dengan “politik kantor”, mungkin Kita benar – benar mempunyai kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain.
Kebanyakan karier melibatkan orang lain. Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis Kita, tetaplah Kita perlu memiliki intelegensi sosial, (misal, kemampuan mendengarkan, peka terhadap perasaan orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik).
Orang yang memiliki intelegensi sosial tinggi mengakui kesalahan mereka, berjalan terus dan tahu bagaimana membina dukungan tim. Intelegensi social adalah ketrampilan yang bisa diperoleh dengan banyak berlatih.
2. TIDAK COCOK.
Mungkin Kita sama sekali tidak gagal, hanya menderita suatu kasus ketidakcocokan. Sukses memerlukan kecocokan antara kemampuan, kepentingan, kepribadian, daya dan nilai-nilai dalam pekerjaan Kita.
Bila Kita merasa tidak cocok, maka jangan ragu untuk meninjau perilaku pekerjaan dan menyesuaikan atau mengubah pekerjaannya. Bagi beberapa orang, pokok persoalannya adalah seberapa besar resiko yang berani diambil.
3. TIDAK ADANYA KOMITMEN.
Sesuatu yang dilakukan setengah – setengah meningkatkan kemungkinan gagal. Khayalan ketidakutan akan kegagalan yang menimpa orang yang tidak punya komitmen dapat menyebabkan ia menghindari kegagalan dengan tidak melibatkan diri secara emosional.
Selain itu, kurangnya penghargaan pada diri sendiri merupakan penyebab dasar kegagalan. Untuk bisa ambil bagian dalam sukses, Kita harus yakin bahwa Kita bisa melakukannya.
4. FOKUS YANG TERLALU TERSEBAR.
Beberapa orang melakukan terlalu banyak kegiatan sehingga akhirnya tidak melakukan satu pun secara baik. Fokuskan kembali diri Kita pada apa yang paling baik dilakukan.
Sadarilah keterbatasan Kita, tetapkan prioritas dan susun organisasi usaha Kita, merupakan hal – hal pokok untuk mencapai suskes.
5. RINTANGAN TERSEMBUNYI
Kadang – kadang banyak rintangan tersembunyi yang sulit diperangi. Misal, umur, diskriminasi jenis kelamin dan ras. Kita harus meninjau kembali, berdasarkan analisa yang benar mengenai situasi, untuk merebut kembali kontrol atas kehidupan dan masa depan Kita.
6. KEMALANGAN.
Kadang – kadang suatu peristiwa terjadi dan Kita tidak bisa menghindarinya. Apa yang dapat Kita lakukan…? Pertama, jangan menyalahkan diri sendiri kalau peristiwa itu terjadi.
Kedua, ingat bahwa Kita selalu memiliki pilihan, walaupun pilihan itu tidak terlihat jelas.
Kesempatan datang silih berganti, dan arah yang Kita tetapkan mungkin bisa berubah lagi. Tetapi kalau Kita bisa berpikir jernih mengenai kegagalan, kalau Kita meyadari bahwa Kita adalah seorang yang selalu punya pilihan maka Kita akan bisa mengatasi sebuah pelajaran yang berharga.
MENGAPA ORANG YANG PINTAR PUN BISA GAGAL…? Mereka bisa saja gagal karena banyak alasan. Tetapi kegagalan bukanlah yang menjadi pokok persoalan.
Orang yang paling baik pun, bisa mengalami kegagalan.
Yang penting adalah bagaimaan kita memetik pelajaran dari kegagalan kita.
Apa ciri khas yang menonjol dari orang yang benar – benar pintar…? Mereka memetik pelajaran.
Diadaptasi dari “Mengapa Orang Pintar Bisa Gagal”, CAROLE HYATT dan LINDA GOTTLIEB.

MUTIARA HIKMAH

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.
-Saidina Ali bin Abi Talib
Kecantikan bukan terletak pada pakaian yang dipakai tetapi ia bergantung kepada keelokan akhlak dan budi pekerti. - Saidina Ali bin Abi Thalib
Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap dibalas dengan buah. -Saidina Abu Bakar As-Siddiq
Alangkah buruknya kepapaan, kalau aku mengadu aku malu, kalau aku berdiam diri aku binasa -Saidina Ali bin Abi Talib
Jangan berkawan dgn orang yang tamak kerana pada zahirnya ia ingin membahagiakanmu tapi hakikatnya dia akan mencelakan . Jauhilah berteman dengan pembohong kerana ia boleh menjadikan orang yang dekat lari daripadamu dan sebaliknya .Janganlah berkawan dengan orang yang bakhil kerana ia akan melupaimu di waktu kamu sangat memerlukannya dan jauhilah bersahabat dengan orang yang suka berbuat jahat kerana ia tidak malu untuk menjualmu dengan harga yang sangat murah - Saidina Ali bin Abi Thalib
Hanya lidah yang mahu berdusta dan berbohong. Namun pandangan mata, hayunan kedua belah tangan, langkah kedua belah kaki dan pergerakan tubuh atau seluruh anggota badan akan menafikan apa yang diucapkan oleh lidah -Khalifah Ali bin Abi Talib
Jangan engkau percaya melihat kegagahan seorang lelaki. Tetapi jika mereka teguh memegang amanah dan menahan tangannya daripada menganiayai sesamanya, itulah lelaki yang sebenarnya -Khalifah Umar al-Khattab
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya -Khalifah Ali bin Abi Talib
Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut
-Saidina Umar bin Al-Khatab
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani -Khalifah Ali bin Abi Talib
Agama buat kehidupan di akhirat, harta buat kehidupan di dunia. Di dunia orang yang tidak berharta berasa susah hati, tetapi orang yang tidak beragama merasa lebih sengsara -Saidina Abu Bakar As-Siddiq
Kekayaan yg sebenar ialah akal , kepapaan yg sebenar ialah rosak akal . Sepi yang sebenarnya ialah kagum dengan diri sendiri dan kemuliaan yang sebenar ialah akhlak yg baik. - Saidina Ali bin Abi Thalib
Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya -Saidina Umar al-Khattab
Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat - Khalifah Abdul Malik bin Marwan

Banyak berhutang akan menggelincirkan orang yang benar kepada pendustaan - Saidina Ali bin Abi Thalib
Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat -Saidina Umar bin Al-Khatab
Orang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, bersolat dan berjihad. Apabila mati orang yang berilmu, maka terdapat suatu kekosongan selain oleh penggantinya (yang berilmu juga) -Saidina Ali bin Abi Talib
Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki Allah pula pada yang nyata di wajahnya. -Saidina Umar bin Al-Khatab
Sesiapa yang dilantik menjadi pemimpin kepada manusia maka dia hendaklah mengajar dirinya terlebih dahulu sebelum mengajar orang lain. Dan dia hendaklah memperelokkan setiap tindak tanduknya seharian sebelum memperelokkan dengan lidah. Dan sesiapa yang mengajar dirinya sendiri serta memperelokkannya lebih layak untuk mendapat kemuliaan daripada mereka yang mengajar dan memperelokkan manusia yang lain. - Saidina Ali bin Abi Thalib
Ingin aku jadi rumput sahaja, supaya dimakan oleh kuda kerana amat ngerinya siksaan Allah- Saidina Abu Bakar As-Siddiq
Bagi setiap nikmat ada kunci yang membukanya dan ada kunci yang akan menyelaknya yang mana kunci pembukanya adalah sabar dan kunci penyelaknya adalah malas - Saidina Ali bin Abi Thalib
Kemarahan orang yang berakal dilihat pada tindak tanduknya dan kemarahan yang ada pada orang jahil itu dapat dilihat melalui perkataannya. - Saidina Ali bin Abi Thalib
Apabila kamu merasa letih kerana berbuat kebaikan maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan yang dilakukan akan terus kekal. Dan sekiranya kamu berseronok dengan dosa maka sesungguhnya keseronokan itu akan hilang dan dosa yang dilakukan akan terus kekal. -Saidina Ali bin Abi Thalib
Dua nikmat yang sering dilupakan ialah kesihatan dan keselamatan. - Saidina Ali bin Abi Thalib
Peliharalah iman kamu dengan memperbanyakkan sedekah, bentenglah hartamu dengan mengeluarkan zakat dan tolaklah gelombang bencana bala dengan sentiasa berdoa kepada Allah - Saidina Ali bin Abi Thalib
Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat. - Saidina Ali bin Abi Thalib
Keadilan itu syurga bagi orang yang dizalimi tetapi keadilan itu adalah neraka bagi orang-orang yang bersifat zalim - Saidina Umar bin Al-Khatab
Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya -Khalifah Ali bin Abi Talib
Kalau engkau berasa berkuasa untuk membuat aniaya kepada hamba Allah, ingatlah pula bahawa Allah lebih berkuasa membalasnya -Saidina Umar bin Al-Khatab

Saidina Ali berkata: “Wahai manusia, jagalah wasiatku. Jika kamu memegangnya erat-erat dengan segala kesiapan sehingga kamu dapat melaksanakannya, kamu tidak akan dapat keuntungan yang lebih besar darinya. Wasiat itu adalah :
1.Hendaklah kamu tidak berharap kecuali kepada Tuhanmu.
2.Hendaklah kamu tidak takut kecuali kepada dosa-dosamu.
3.Hendaklah kamu tidak malu untuk belajar jika tidak tahu.
4.Hendaklah orang yang alim berkata : “Aku tidak tahu, “ apabila dia memang tidak tahu.

Saidina Abu Bakar r.a berkata : Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan, iaitu:
· Ia akan mati and hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau;
· Hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau;
· Hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat and akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau;
· Adakalanya harta itu akan dicuri and dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna .

Saidina Umar bin Al-Khatab r.a. berkata :
· Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.
· Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.
· Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
· Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.

Saidina Othman Ibnu Affan r.a. berkata : Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:
· Hatinya selalu berniat suci
· Lidahnya selalu basah dengan zikrullah
· Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa)
· Segala perkara dihadapainya dengan sabar dan tabah
· Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.

Saidina Ali r.a berkata :
· Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu'.
· Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia.
· Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur'an tanpa mengambil pangajaran daripadanya.
· Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara' (memelihara diri & hati-hati dari dosa).
· Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi.
· Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki.
· Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan.
· Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya,siapa yang banyak salahnya,maka hilanglah harga dirinya,siapa yang hilang harga dirinya, berarti dia tidak wara', sedang orang yang tidak wara' itu berarti hatinya mati.
Semua perangai tercela ditempatkan dalam sebuah rumah, dan kunci rumah itu adalah ketidak jujuran. -Imam Hasan Al-Askari
Islam memiliki dinding dan pintu yang kuat. Dinding Islam ialah kebenaran dan pintunya ialah keadilan.
Islam akan tetap jaya, selama penguasa-penguasa bersikap keras dan tegas, tetapi itu dilakukan tidak bererti mesti dengan pedang dan cemeti, melainkan dengan hak dan keadilan.
-Said bin Suwaid
Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali dengan amalan.
Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali dengan kedermawanan.
Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali dengan kesetiaan.
Tidak ada kebaikan bagi sedekah kecuali niyt yang ikhlas.
Tidak ada kebaikan bagi kehidupan kecuali kesihatan dan keamanan.
-Al-Ahnaf bin Qais

Hai anakku! Apabila perut penuh, nescaya tidurlah fikiran, bisulah ilmu hikmah dan duduklah (masalah) anggota tubuh daripada beribadah - Nasihat Luqmanul Hakim kepada anaknya.
Abu Laits as-Samarqandi berkata kalau seseorang itu hendak selamat dari siksa kubur hendaklah melazimkan empat perkara semuanya :
1. Hendaklah ia menjaga solatnya
2. Hendaklah dia bersedekah
3. Hendaklah dia membaca al-Quran
4. Hendaklah dia memperbanyakkan membaca tasbih kerana dengan memperbanyakkan membaca tasbih, ia akan dapat menyinari kubur dan melapangkannya.

Adapun empat perkara yang harus dijauhi ialah :-
1. Jangan berdusta
2. Jangan mengkhianat
3. Jangan mengadu-domba (jangan suka mencucuk sana cucuk sini)
4. Jangan kencing sambil berdiri

Hatim Azzahid berkata : 4 perkara yang tidak diketahui kadarnya melainkan oleh 4 perkara
1) Muda tidak diketahui kadarnya melainkan oleh orang tua
2) Kesejahteraan (kedamaian) tidak diketahui kadarnya melainkan oleh orang yang terkena bala
3) Kesihatan tidak diketahui kadarnya melainkan oleh orang yang sakit
4) Hidup tidak diketahui kadarnya melainkan oleh orang yang telah mati
Kamu menutup pintumu dan menurunkan tabirmu dan berasa malu kepada manusia tetapi tidak malu kepada Al-Quran yang ada di dadamu dan tidak malu kepada Allah yang Maha Besar yang tidak ada sesuatu yang dapat bersembunyi dariNya. - Al Fudhail bin Iyaadh
Orang yang tidur mesti dikejutkan, orang yang lupa mesti diperingatkan. Sesiapa yang tidak pernah mendapat nasihat dan peringatan maka dia sebenarnya telah mati. Peringatan itu begitu bermanfaat buat sesiapa yang menerima dengan hati yang mempunyai ciri-ciri " Dan tidak diberi peringatan melainkan sesiapa yang segera bertaubat.-Imam Abdullah bin Alwi al-Haddad al-Husaini

Rabu, 06 April 2011

SANG PEMBUKA HATI: PUISI UNTUK IBU

SANG PEMBUKA HATI: PUISI UNTUK IBU: "Ibu... adalah wanita yang telah melahirkanku merawatku membesarkanku mendidikku hingga diriku telah dewasa Ibu... adalah wanita yang se..."